Palopo- Masih terbatasnya tenaga pendidik agama Hindu di Kota Palopo menjadi perhatian tersendiri Wakil Wali Kota Palopo H.Rahmat Masri Bandaso saat menghadiri pembukaan simposium dan T.O.T Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( KMHDI ) regional Sulawesi di gedung Saodenrae Convention Centre Palopo, rabu (5/12/2018) .  Dirinya meyakinkan umat hindu Palopo bahwa pemerintah akan membantu menyikapi keterbatasan tenaga guru agama Hindu di Kota Palopo agar upaya peningkatan dan pembekalan karakter umat hindu dapat terlaksana denga baik.   Selain membuka acara simposium tersebut, pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Palopo juga sekaligus berkesempatan menyampaikan materi dengan tema " peran pemuda dalam menanggapi isu sara dan hoax dalam pesta demokrasi 2019 ".  Dirinya berharap agar pemuda dan kalangan mahasiswa mampu menyaring informasi dengan baik sebelum disbagikan kepada publik. Dirinya menekankan pula perlunya penguatan semantgat toleransi dalam mebghadapi pemilu dan berharap agar isu SARA tidak diangkat menjadi topik yang dapat memecah belah kesatuan umat beragama.“ isu SARA dan Hoax harus ditangkal bersama “ ujarnya.

Sementara itu, ketua PHDI Sulawesi Selatan  Ir. I Nyoman Sumarya  memuji keberhasilan pembangunan di Kota Palopo yang menurutnya telah mengalami kemajuan signifikan, khususnya menyangkut pembangunan infrastruktur dan pendidikan.  Berkaitan dengan penyebaran berita palsu atau hoax, dirinya berpsan agar mahasiswa Hindu lebih cerdas dalam menerima setiap informasi dan berhati-hati dalam menyebarluaskan informasi yang belum jelas.” Jangan mudah terpancing untuk mengomentari informasi yang dinilai bernada hasutan apalagi sampai disebar “ tuturnya sambil mengajak kepada pemuda dan mahasiswa Hindu di Kota Palopo agar ikut aktiv memperhatikan tempat rumah ibadah , sebab menurutnya rumah ibadah hindu perlu diperhatikan dengan baik, khususnya menyangkut kebersihannya.  

Sebelumnya ketua KMHDI dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan TOT KMHDI tersebut bertujuan menciptakan para trainer, pemateri KMHDI yang handal dan profesional sekaligus penggerak dan pengawal kaderisasi di daerah. Dia melanjutkan bahwa sistem pendidikan kaderisasi yang dimiliki oleh KMHDI diharapkan mampu membentuk kader KMHDI menjadi para ksatria yang siap menyambut segala kondisi perubahan yang terjadi. “ kami berharap pemerintah kota Palopo dapat membimbing, mengarahkan dan membina teman - teman KMHDI Palopo. Dalam kesempatan yang sama ketua KMHDI menyampaikan ucapan duka cita atas adanya insiden penembakan kepada para pekerja proyek yang terjadi di daerah Nduga, provinsi Papua.( Yulianti Arsyad_Diskominfo Palopo )