Loading...
  • Jl. Andi Djemma No. 66 Kota Palopo
  • info@palopkota.go.id

Visitasi Lapangan Tinjau Kelayakan IKB KJP Buka Fakultas Kedokteran

Diskominfo Palopo Kamis, 21 September 2023 Pembangunan 746 Kali
Visitasi Lapangan Tinjau Kelayakan IKB KJP Buka Fakultas Kedokteran

PALOPO - Sebagai upaya percepatan pembukaan Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran. Institut Kesehatan dan Bisnis Kurnia Jaya Persada (IKB KJP) mengundang Konsil Kedokteran Indonesia di kampus II, 21 September 2023.K.

Kehadiran KKI dalam rangka visitasi Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran IKBKJP. Adapun kegiatan ini, rencananya akan dilakukan selama dua hari, 21 hingga 22 September.

Hadir pada pembukaan acara visitasi ini, Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir, MH, Ketua DPRD Palopo sekaligus Ketua Pembina Yayasan Kurnia Jaya Persada, Dr Hj Nurhaeni S.Kp M.Kes, Rektor IKB-KJP, Prof Dr Dra Rusdiana Junaid, M.HUm, Dandim 1403 Palopo Letkol Inf Apriadi Nidjo, Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Dr dr Nasruddin Andi Mappaware SpOG(K) MAR MSc, Ketua KKI, dr Mariatul Fadilah, Mars, Sp.KK bersama tim KKI lainnya, unsur forkopimda, tenaga dosen dan tendik serta tamu undangan.

Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir, MH saat memberikan sambutan, menyampaikan, adapun perjuangan yang dilakukan isntitusi IKB-KJP ini dirinya yakin akan berhasil.

"Saya sangat yakin, Insya Allah perjuangan ini, pembukaan Fakultas Kedokteran akan berhasil." 

Karena memang, di Palopo ini belum ada Fakultas Kedokteran, pokoknya minimal adalah satu fakultas." Untuk itu, Saya mau, secepatnya IKBKJP sudah ada fakultas kedokteran,"ujarnya.

Secara pribadi, dikatakannya, ia percaya Ketua DPRD Palopo yang juga pemilik IKBKJP mampu melakukannya."Jadi jangan dikasih setengah-setengah, kasih full-ki ini Ibu Aji," harap Wali Kota Palopo dua periode ini.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Kurnia Jaya Persada, Dr Hj Nurhaeni S.Kp M.Kes, menyebutkan bahwa, pada intinya pihaknya telah siap untuk membuka Fakultas Kedokteran. Namun tentunya dengam visitasi KKI serta visitasi gabungan yang rencananya Oktober mendatang.

Untuk itu, pihaknya telah meyiapkan segala sesuatunya, mulai dari kurikulum, sarana prasarana serta sdm, baik tenaga dosen maupun tenaga kependidikan.

Salah satu perlunya Fakultas Kedokteran IKBKJP  di buka di Kota Palopo ini. Lantaran kurangnya tenaga dokter, apalagi RS yang ada di Kota Palopo tidak hanya melayani pasien yang ada di Kota ini. 

"Tapi juga melayani pasien dari Luwu Raya, kabupaten tetangga, bahkan pasien dari provinsi tetangga, seperti Kabupaten Kolaka. Jadi saya kira Fakultas Kedokteran di Kota Palopo ini, mesti secepatnya dibuka," ungkap Dr Hj Nuraeni.

Sementara itu, Rektor IKBKJP, Prof Dr Dra Rusdiana Junaid, M.HUm menyebutkan bahwa, adapun kegiatan ini merupakan visitasi yang dilakukan oleh KKI. Setelah ini, nantinya kembali akan dilakukan visitasi gabungan.

Itu melibatkan Kemenkes, Dikti, KKI, IDI dan beberapa lembaga lainnya. Jika ini semua berjalan dengan baik, tahun ini IKBKJP sudah dapat SK izin pembukaan Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran.

"Jika itu terjadi, Insya Allah, tahun depan, tahun ajaran baru, kita sudah bisa buka penerimaan mahasiswa baru," ungkap Guru Besar Bahasa Inggris ini.

Sementara itu mewakili TIM KKI, Ketua KKI, dr Mariatul Fadilah, Mars, Sp.KK, menyampaikan, saat ini, bukan hanya di Kota Palopo, se-Indonesia masih kekurangan profesi kedokteran.

Untuk itu, perlu dilakukan percepatan memperbanyak profesi dokter. Caranya, dengan pembukaan fakultas kedokteran.

Tapi lebih dari itu, mutu harus diutamakan, kalau dikti mengsyaratkan tiga aspek, kurikulum, sarana prasarana serta SDM.

"Di KKI lebih dari itu, kita punya standar proposal itu minimal 16 standar," ungkapnya.

Dalam pendirian fakultas kedokteran ini, institusi jangan sampai hanya pada tahapan akademik. 

Padahal standarnya kita ini mulai dari akademik hingga profesi dokternya. Jadi ini satu paket, tidak terbagi dua, akademiknya bagus mutunya, setelah mendapatkan profesi dokter, itu outputnya betul-betul berkualitas.

"Bisa dirasakan masyarakat, karena yang menilai nantinya ini adalah masyarakat, apakah lulusan yang dikelurkan perguruan tinggi ini, betul-betul dirasakan keberadaanya," tambahnya.