Palopo – Komunitas “Rumah Simpul “ punya cara tersendiri dalam memperingati dan memeriahkan Hari Jadi Luwu ke-752 pada tahun 2020 ini. Dengan memilih Taman Monumen Juang atau yang biasa juga disebut sebagai taman segitiga, Binturu –Palopo sebagai lokasi acara, komunitas Rumah Simpul menggelar acara pertunjukan seni, cerita dan jajanan kue khas Tana Luwu dimasa lampau alias Beppa to riolo , Kamis(23/1/2020). Acara yang dihelat mulai pukul 20.00 Wita tersebut sontak dikerumuni oleh masyarakat yang didominasi kalangan generasi muda, bahkan sepasang wisatawan  asal Spanyol juga menyempatkan hadir pada acara tersebut.  Betapa tidak Komunitas Rumah Simpul dengan sengaja menyajikan ragam kue khas Tana Luwu yang dinikmati secara gratis oleh para pengunjung dan hadirin yang ikut memeriahkan acara yang juga diisi dengan “ sharing session “ yang menghadirkan Nafsiah Asnawi salah seorang penggiat heritage sebagai narasumber.

Beberapa jenis kue atau ‘ beppa to riolo “ khas Tana Luwu yang disajikan secara gratis pada acara itu diantaranya kue janda, buroncong , kue taripang, onde-onde, lanya`lanya`sinole`. Salah seorang pengunjung, Andi Allung mengaku berbangga atas inisiatif penyelenggara menggelar event tersebut. Warga kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara timur tersebut bahkan berharap agar event itu dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Demikian halnya diungkapkan oleh Novi, karyawan yang bermukim di kelurahan Benteng tersebut mengaku salut dengan upaya yang dilakukan oleh rumah simpul yang memiliki komitmen untuk membangkitkan semangat kearifan lokal mellalui event kuliner yang cukup menarik tersebut, dirinya optimis event kuliener seperti itu akan diminati oleh siapapun selama dikemas dengan menarik.   

Andi Salahuddin Abadi ketua komunitas Rumah Simpul mengatakan bahwa event tersebut adalah merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan semangat kegemaran masyarakat khususnya generasi muda terhadap panganan khas lokal yang memiliki nilai cita rasa tinggi.  Karean itu , Ia mengajak semua pihak agar ikut menjaga potensi panganan lokal tersebut menjadi sebuah kebanggaan sebelum akhirnya suatu waktu akan menjadi makanan langka. “ Kita boleh saja gemar terhadap panganan kekinian yang kebarat-baratan, namun menggemari panganan lokal adalah suatu upaya untuk merawat dan melestarikan budaya lokal yang kita miliki bersama “ ucapnya ketika menyampaikan sambutan dihadapan para pengunjung yang hadir pada malam  itu.  Dirinya juga berharap kedepan acara semacam itu dapat dilaksanakan lebih meriah lagi mengingat respon masyarakat cukup antusias. ( red_herawan_Diskominfo Palopo )