Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian Hadiri Kunjungan kerjasama dan Seminar
Palopo - Staf ahli Wali Kota Palopo Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syamsul Alam, menghadiri kunjungan kerjasama dan seminar yang bertema "Universitas Terapan: Harapan Untuk Kemajuan Industri Indonesia". Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampus Politeknik Dewantara. Senin (25/5/2026)
Direktur Politeknik Dewantara Palopo, Suaedi, dalam pemaparannya mengatakan universitas terapan peluang dan tantangan, Applied University Polytechnic University Applied of Science.
Adapun negara pencetus kampus terapan lanjut Suaedi ialah Jerman, Belanda, Swiss, Austria, Finlandia, Italia, Perancis, Polandia, China, Jepang, Korea dan Singapura.
Menurutnya, belajar dari China kebijakan transformasi massal pada tahun 2014-2015, kementrian pendidikan China mengambil langkah radikal dengan mengumumkan bahwa sekitar 600 universitas negeri (terutama universitas lokal di tingkat provinsi) harus beralih fokus dari universitas riset teoritis menjadi universitas terapan (Universities of Applied Sciences).
Alasannya kata Suaedi, china menyadari mereka kelebihan lulusan sarjana teori yang menganggur, namun kekurangan jutaan tanaga ahli teknis (engineer lapangan dan analis data) untuk mengoperasikan industri modern otomatisasi dan kecerdasan buatan.
Struktur pendidikan terapan di China secara umum, institusi terapan di China terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu higher vocational colleges (Politeknik) ini adalah tulang punggung utama pendidikan vokasi di china, dengan jumlah mencapai lebih dari 1.400 institusi. Biasanya menempuh pendidikan selama 3 tahun (setara Diploma Senior). Kampus-kampus ini sangat spesifik.
Kampus yang menawarkan gelar Sarjana Terapan (4 Tahun) hingga Magister. Kampus ini mengombinasikan sains dasar dengan praktik industri skala besar.
"Jika di Indonesia, PT Akademik diarahkan untuk fokus ke bidang tertentu Universitas terapan sedang diusulkan oleh PELITA DAN FDPNI. Polidewa fokus vokasi dan siap bertransformasi menjadi Universitas Polidewa," ungkap Suaedi.
Sementara itu, Syamsul Alam menambahkan pemaparannya mengenai perguruan tinggi terapan, peluang dan tantangan dalam memajukan industri di daerah, mengapa penting perguruan tinggi terapan karena Palopo dan kawasan Luwu Raya sedang mengalami pertumbuhan ekonomi regional, ekspensi sektor industri dan jasa. Digitalisasi bisnis dan kebutuhan tenaga kerja terampil
Menurutnya, kesenjangan skill masih tinggi. Industri sering kesulitan mendapatkan SDM siap kerja. Perguruan tinggi akademik belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan praktis industri.
Dia pun menambahkan, perguruan tinggi terapan/vokasi fokus pada praktik kerja, berorientasi industri, menyiapkan lulusan siap kerja. Karakteristik utama 60-70 persen praktek, magang industri, sertifikasi kompetensi, project-based learning.
"Saat ini di Kota Palopo terdapat 12 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa sebanyak kurang lebih 42.000 orang, terdapat 2 perguruan tinggi terapan (Politeknik Dewantara dan Politeknik Palopo)," tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, perguruan tinggi terapan dapat membantu upaya penguatan UMKM dengan transformasi UMKM Lokal melalui digital marketing, branding produk lokal, sistem keuangan UMKM dan Teknologi produksi sederhana.
Samsul Alam berpesan kepada seluruh mahasiswa, bangun networking sejak dini. Kenal senior, dosen, alumni dan orang yang berkecimpung di dunia industri. Banyak peluang kerja lahir dari terbangunnya relasi, Ikuti kegiatan yang membentuk skill organisasi, komunitas, magang, proyek atau volunteer untuk melatih kepemimpinan, komunikasi dan problem solving.
"Cari pengalaman nyata, freelance atau membantu proyek kecil. Dunia kerja lebih menghargai orang yang pernah mencoba daripada yang hanya tahu konsep," pesannya. (diskominfo-sp_palopo)
Sumber resmi: https://palopokota.go.id/post/staf-ahli-wali-kota-bidang-perekonomian-hadiri-kunjungan-kerjasama-dan-seminar