Loading...
  • Jl. Andi Djemma No. 66 Kota Palopo
  • info@palopkota.go.id

HPSN 2024, Saatnya Kelola Sampah Plastik Dengan Tetap Produktif

Diskominfo Palopo Rabu, 21 Februari 2024 Pemerintahan 687 Kali
HPSN 2024, Saatnya Kelola Sampah Plastik Dengan Tetap Produktif

Palopo, 21 Februari 2024 – Wali Kota Palopo, Asrul Sani, SH., M.Si, menghadiri acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Peringatan HPSN tersebut dilaksanakan di Sungai Jodoh, Kelurahan Murante, Kec. Mungkajang pada hari Rabu, (21/02/2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Emil Nugraha Salam, S.STP., MM, menyampaikan peringatan HPSN kali ini akan difokuskan mempersiapkan readiness Indonesia dalam menghadapi penyelesaian polusi plastik di Indonesia.

"Selain itu, tahun 2024 ini juga ditujukan untuk memenuhi target nasional dalam penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah dan sampah," kata Emil.

Emil menambahkan, dibutuhkan usaha bersama untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah sebagai pendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.

"Sebagai manifestasi prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan yang memaduserasikan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup," katanya.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Palopo, Asrul Sani, berharap, masalah polusi plastik imi dapat ditangani dengan cara yang lebih produktif.

"Saya mengucapkan selamat HPSN 2024, semoga Allah SWT memberkahi niat dan tujuan kita ini, dan membimbing serta memudahkan semua prosesnya," kata Asrul Sani.

Selain itu, Asrul juga mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup karena mengadakan acara di tempat yang begitu indah.

"Kota Palopo merupakan kota jasa, dan memiliki alam yang begitu indah. Itu salah satu program kita, bagaimana menjaga kebersihan kota ini," katanya.

Terkait kebersihan, jumlah produksi sampah di Kota Palopo mencapai kurang lebih 90 Ton perhari. Kalau tidak dikelola dengan baik, akan menjadi masalah.

"Oleh karena itu kita mengambil kebijakan, bagaimana cara untuk mengurangi produksi sampah, khususnya sampah plastik," jelasnya.

Asrul menambahkan, dengan melakukan pelestarian alam, hal itu bisa menjadi industri untuk mengurangi emisi karbon.

"Semua industri yang menghasilkan emisi karbon, harus mengkompensasi semua yang menjadi serapan karbon, misalnya tanaman mangrove dan rumput laut," urainya.

Ke depannya, kata Asrul, pihaknya berharap bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga bagaimana mengkompensasi karbon hingga menghasilkan uang.

"Tidak lupa pula kita apresiasi kepada para petugas kebersihan atas dedikasi serta kerja kerasnya untuk membersihkan kota," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Asrul juga menyampaikan, akan memprogramkan setiap OPD untuk memilah sampah organik dan anorganik, sehingga memudahkan pekerjaan petugas kebersihan.

"Kita juga akan mengedukasi masyarakat atas hal tersebut. Rencana akan mengambil sampel di dua kecamatan terkait dengan program ini," tutupnya.

Acara kemudian dirangkaikan dengan penyerahan surat edaran Wali Kota Palopo tentang kesepakatan bersama antara pemerintah Kota Palopo dan pelaku usaha terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

Dilanjutkan memberikan bantuan motor tiga roda kepada Bank Sampah Baruga Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Kota Palopo, untuk kendaraan operasional.

Selain itu, juga diserahkan 1 unit motor sampah dan gerobak sampah kepada Camat Mungkajang.

Tidak Lupa pula kegiatan tersebut, juga dilaksanakan DLH Award dengan maksud memberikan apresiasi atau penghargaan kepada tenaga kebersihan yang memiliki pengabdian, kedisiplinan, dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas dan tanggungjawab selama ini.

Peringatan HPSN ini mengangkat tema "Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif".

*Latar Belakang HPSN

Hari Peringatan Peduli Sampah Nasional atau HPSN diperingati setiap tahunnya di seluruh wilayah Indonesia.

Peringatan HSPN sendiri dilatarbelakangi oleh sebuah peristiwa yang mencekam, yakni longsornya tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005.

Peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah.

Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan Pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari TPA.

Dengan adanya Hari Peduli Sampah Nasional, ini diharapkan dapat mengingatkan semua pihak bahwa sampah merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian utama.

Upaya penanganan dan pengelolaan sampah harus melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, dan individu.

Maksud dan tujuan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024:

1. Memperkuat komitmen dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan tingkat nasional dan daerah dalam mengatasi polusi plastik;

2. Memperkuat partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pengelolaan sampah dari sumber untuk mengurangi sampah yang diolah di Tempat Pemrosesan Akhir melalui gerakan memilah dan mengolah sampah di sumber;

3. Memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi circular economy dan bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi; dan

4. Membangun rantai nilai pengelolaan sampah di seluruh sektor.
Sesuai fokus kegiatan HPSN 2024 yakni upaya untuk mencegah dan mengatasi sampah plastik dengan cara yang produktif.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para manejer pelaku usaha se-Kota Palopo, Camat Mungkajang, Lurah Murante, para pemerhati lingkungan, serta tamu undangan.