PALOPO –Walikota Palopo, Drs. H.M. Judas Amir, MH., memimpin Rakor Forkopimda bersama kepala sekolah se-Kota Palopo, di Gedung Pertemuan Ratona Kantor Walikota Palopo, Senin (20/9/2021).

Walikota menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dalam kota baru bisa dilaksanakan jika vaksinasi sudah menyasar setidaknya 50 persen siswa.

Pertemuan itu membahas kesiapan sekolah di wilayah dalam kota, menggelar PTM.

Walikota meminta Dinas Kesehatan Palopo, menggeber pelaksanaan vaksin di sekolah yang belum mencapai 50 persen pemberian vaksin.

“Sasaran utama dinkes sekarang adalah sekolah yang siswanya masih di bawah 50 persen divaksin. Jadi Dinkes diminta segera menggelar vaksinasi di sekolah tersebut,” ujarnya.

Menurut , jika semua sekolah sudah mencapai minimal 50 persen siswanya divaksin, maka PTM bisa segera dilakukan.

Adapun untuk guru, sejauh ini baru mencapai 70 persen yang sudah divaksin. Padahal vaksin untuk pengajar ini, jadi syarat wajib pelaksanaan PTM.

“Guru yang belum divaksin tidak diizinkan mengajar,” tegasnya.

Walikota juga berharap semua kepala sekolah berkontribusi dalam membantu pemerintah mencegah penularan Covid-19 di Kota Palopo.

Sejalan dengan arahan Walikota, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palopo, San Ashari, menjelaskan terkait memastikan akan segera melakukan vaksinasi di sekolah-sekolah sasaran.

“Dalam waktu dekat, kami akan menggelar vaksinasi di SMKN 1 dan SMKN 2 Palopo, dengan jumlah sasaran kurang lebih 400 siswa per sekolah. Dalam kegiatan ini, kami bekerjasama dengan TNI dan jajaran serta puskesmas setempat,” jelasnya.

Seperti diketahui, PTM di Kota Palopo sudah berjalan di sekolah-sekolah pinggiran. Seperti di Padanglambe, Battang, Sumarambu dan Kambo.

Sementara itu, sekolah yang ada di dalam kota, mesti benar-benar dipersiapkan lebih mawas lagi sebelum digelar Pembelajaran tatap muka.