Palopo- Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) komwil VI menggelar rapat kerja di ruang pola kantor Wali Kota Palopo, Sabtu(6/4/2019). Rapat kerja ini dihadiri langsung sejumlah kepala daerah dan perwakilan kepala daerah diantaranya Wali Kota Palopo H.M Judas Amir, Wali Kota Gorontalo DR. H.I.Marten A. Taha, SE., Wali Kota Ternate Dr. H. Burhan Abdurahman, S.H., M.M, Wali Kota Pare-pare H. Taufan Pawe, Sekretaris Daerah Kota Sorong Dra. Welly Tigtigweria,  Kabag Pemerintahan Ambon Steven Dominggus, Asisten 1 Kota Manado Hery Saptono, Asisten 1 Kota Bitung Octavianus Tumundo, Asisten 1 Kota Tual Maklon Ubro, Asisten 1 Kota Makassar Andi Azis Hasan, Asisten 1 Kota Ambon Mientje Tupamahu, SH, Asisten 1 Kota Tidore Umi Abdul Rasyid, Asisten 1 Kota Bau-bau La Ode Aswas, S.Sos, Asisten 1 Kota Tomohon Ir. Corry Caroles  dan OPD serta camat/lurah se-Kota Palopo.

Seminar yang dipandu langsung oleh ketua Asosiasi Dosen Indonesia se-Tana Luwu Dr. Suaedi Fachruddin, M,Si tersebut menampilkan sejumlah narasumber diantaranya Wali Kota Palopo, H.M Judas Amir, MH,  Kabag Pemerintahan Ambon Steven Dominggus, Wali Kota Gorontalo DR. H.I. Marten A. Taha, SE., M.Ec, Dev. dan perwakilan Badan Informasi Geospasial Yudith Octora Sari. Dalam paparannya Steven Dominggus menjelaskan tentang pelaksanaan kerjasama sister city Ambon – Vlissingen yang didasari oleh historis hubungan orang Maluku dan Belanda, kemiripan kondisi geografi dan demografi. Pria kelahiran 16 spetember 1973 ini juga memaparkan bahwa program Sister City yang dilaksanakannya yaitu memperkuat harmonisasi sosial, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan nilai spiritual dan  memberdayakan ekonomi keluarga .

Terkait dengan penerapan SDGs di bidang pendidikan, pihaknya telah mewujudkan green school, pertukaran guru, pertukaran siswa dan pembangunan sekolah bertaraf internasional, dalam bidang pariwisata yaitu peningkatan promosi pariwisata daerah serta di bidang bidang kesehatan yakni pelaksanaan operasi katarak, operasi urologi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pembangunan klinik mata, operasi bedah plastik (luka bakar). Sementara itu, Wali Kota Gorontalo DR. H.I. Marten A. Taha, SE., M.Ec, Dev menyebutkan bahwa di Gorontalo telah terlaksana program dalam rangka menurunkan kemiskinan dan menghapus pengangguran yang dinamakan program gratis lahir sampai mati yang dituangkan dalam layanan kartu sejahtera.  Menurutnya program ini diangkat dari ide Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan publik dan infrastruktur.

Di kesempatan yang sama, perwakilan Badan informasi Geospasial pusat Yudith Octora Sari yang didampingi Sri lestari  menjelaskan pemanfaatan informasi geospasial untuk mendukung pembangunan daerah secara tepat dan akurat.  Yudith menyampaikan bahwa setiap daerah wajib memiliki master plan peta  yang akurat sebagai alat perumusan dan pengambil keputusan, menyediakan informasi penanggulangan bencana, mengurangi konflik sengketa lahan.

Sebelumnya, Manajer Pilar Pengembangan Lingkungan Sekretariat SDGs BAPPENAS RI, Rachman Kurniawan menyampaikan bahwa TPB/SDGs yang telah disepakati mencakup 17 tujuan, 169 target dan 241 indikator. TPB/SDGs adalah keberlanjutan dari MDGs perbedaannya ialah MDGs fokus pada pembangunan manusia sedangkan TPB/SDGs meliputi pembangunan manusia, ekonomi dan lingkungan. Rachman juga menjelaskan TPB/SDGs yaitu People, Planet, Property, Peace dan Partnership. ( Iksan Kasri_Diskominfo Palopo ).