Palopo –Wakil Wali Kota Palopo Ir.H.Rahmat Masri Bandaso, M.Si mengajak seluruh jajaran Forum Kerukunan Umat beragama ( FKUB) Kota Palopo untuk mendorong serta memantapkan Kota Palopo sebagai daerah yang dapat dijadikan barometer penguatan kerukunan antar umat beragama di Tana Luwu.  Hal itu diungkapkan mantan ketua DPRD Palopo ini saat membuka acara rapat koordinasi FKUB di ruang pertemuan Badan Kesbangpol dan Linmas Palopo, rabu(6/3/2019). Dirinya menekankan hal itu karena Kota Palopo penduduknya sangat majemuk. Sejalan dengan itu, dihadapan para pengurus FKUB dan camat se-Kota Palopo dirinya juga mengajak untuk mengajak masyarakat untuk mencegah atau mengantisipasi benih-benih konflik di kalangan umat beragama, terlebih menjelang pelaksanaan pemilu 2019. “ Kita harus buktikan bahwa Kota Palopo tetap kondusif dalam menghadapi momentum tersebut “ ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua FKUB Palopo, Prof. Dr. H.M. Said Machmud, Lc, MA, yang menekankan bahwa keberadaan FKUB bertujuan untuk menjaga dan merawat kerukunan. Dirinya berharap agar ada upaya bersama dan terpadu antara FKUB dan pemerintah dalam rangka menjaga dan menggaungkan semangat perdamaian dan kerukunan dalam masyarakat. Sebagai penguatan kelembagaan  FKUB, mantan ketua STAIN Palopo ( kini : IAIN palopo ) tersebut berharap agar kedepan FKUB tidak lagi melekat dan berkantor di Badan kesbangpol dan linmas, tetapi dapat berdiri sendiri agar kinerjanya dapat dimaksimalkan.  Hal itu juga diutarakan oleh Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso yang berharap kedepan FKUB dapat memiliki tempat yang lebih representatif.  

Dalam pertemuan tersebut, salah seorang pengurus FKUB Palopo, Talmiadi Ahmad memaparkan sejumlah hasil konferensi nasional FKUB se-Indonesia di Makassar pada tanggal 1-3 Maret 2019 yang menghasilkan beberapa point penting diantaranya agar FKUB dapat lebih berperan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terbawa arus informasi yang tidak benar, point lainnya agar tokoh agama mampu memberi pemahaman kepada umatnya di rumah ibadah masing-masing agar saling menghargai dalam hal perbedaan pilihan dalam pemilu mendatang. Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala KUA se-Kota Palopo, para camat, tokoh agama dan stakeholder terkait.  (Ichzan_Diskominfo Palopo)