Palopo - Balitbangda Kota Palopo bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palopo menggelar seminar Penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terhadap diversifikasi olahan rumput laut di Kota Palopo T.A. 2019.  Seminar yang diikuti oleh  jajaran Pemerintah Daerah dan pelaku UMKM se-Kota Palopo tersevut dilaksanakan di auditorium Saokotae, Rabu(4/12/2019) .Asisten III dr. Ishaq Iskandar, M.Kes yang membuka seminar tersebut menyebutkan bahwa rumput laut adalah salah satu komoditi yang potensial untuk dikembangkan.  Dengan adanya budidaya rumput laut serta penerapan biostimulan berbahan dasar rumput laut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama pelaku UKM yang menggeluti usaha ini.  

"Dengan ditopang slogan "siapa mau kerja apa" diharapkan para pelaku enterpreneurship yang ada di Kota Palopo mampu menyerap tenaga kerja guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat" ucapnya.  Mantan Kadis Kesehatan Palopo tersebut juga berharap agar seluruh OPD lingkup Pemkot Palopo dapat mencari trik agar enterpreneurship yang ada di kota palopo dapat semakin maju dan berkembang dengan memanfaatkan peluang serta mengembankan kreasi maupun inovasi.  Sementara itu dalam paparannya, Dosen Universitas Muhammadiyah Palopo Drs. Yusuf Kamaruddin menjelaskan bahwa rumput laut merupakan salah satu kekayaan laut yang memiliki  nilai  jual  yang  tinggi.  Oleh  karena  itu, menurutnya rumput laut sebaiknya tidak hanya dibudidaya dan dijual dalam keadaan basah atau kering, melainkan dapat diolah dalam bentuk makanan siap saji.  “Home industri merupakan salah satu aktivitas yang banyak melahirkan inovasi dalam berbagai bentuk dan jenis produk yang berkualitas tinggi. Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan nilai tambah merupakan kegiatan yang banyak dilakukan home industri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kualitas produk yang bernilai tinggi” ucapnya.

Mantan Ketua STIE Muhammadiyah Palopo ini juga memaparkan formula rantai ekonomi bagi home industri adalah aspek yang sangat dibutuhkan, mencakup kegiatan kreasi, produksi, hingga distribusi atau pemasaran. “ Bila rangkaian kegiatan ini bisa disinergikan dengan baik, maka produktivitas dan nilainya bisa jauh lebih besar, oleh sebab itu untuk menciptakan formula tersebut, home industri harus bersinergi dengan perguruan tinggi yang memiliki banyak sumber daya “ ucapnya.   (Ichzan_Diskominfo Palopo)