Palopo – Sebanyak 30 pelaku usaha warung dan kedai kopi se-Kota Palopo dilatih dalam mengembangkan usaha yang mereka geluti agar makin maju dan berkembang.  Pelatihan teknis dan pembentukan sentra pengolahan kopi tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan.  Pelatihan yang berlangsung di rumah makan Serba Nikmat –Palopo tersebut berlangsung pada hari Kamis( 22/8/2019).

Kepala dinas perdagangan Kota Palopo Zulkifli saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa pengembangan bisnis Kopi di Kota Palopo memang sangat potensial. Ia melanjutkan bahwa indikator tersebut terlihat jelas dengan bertebarannya usaha warung dan kedai kopi di Kota Palopo. “Saat ini telah terdapat sebanyak 71 warung kopi serta 20 sentra kopi di kota Palopo, jumlah ini membutuhkan ratusan kilo kopi per hari sehingga dengan demikian keberadaan warung dan usaha pengolahan kopi tersebut memberikan dampak dan konstribusi positif terhadap daerah ini “ ujarnya seraya mengajak para pelaku usaha warung kopi agar terus meningkatkan skill mereka dalam penyajian kopi sehingga dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat dalam menikmati kopi.

Kadis perdagangan juga menambahkan bahwa dengan maraknya keberadaan warung kopi di Kota Palopo juga akan memicu peningkatan permintaan terhadap komoditas kopi. Keberadaan 7 hektar lahan perkebunan kopi di Kota Palopo menurutnya perlu dimaksimalkan untuk mendukung pemenuhan akan kopi yang dari waktu ke waktu semakin meningkat. “ kita harus berupaya agar komoditas dan kualitas kopi asal Kota Palopo dapat makin dikenal dan kalau bisa bersaing dengan komoditas kopi dari negara lain “ tandasnya seraya membebekan bahwa saat ini negara Brazil adalah merupakan penghasil kopi terbesar di dunia disusul oleh Vietnam, kolombia dan Indonesia.   ( Iksan Kasri_Diskominfo Palopo Nabila )