Palopo – Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan se- Kota Palopo periode 2019-2024 resemi dikukuhkan oleh Wali Kota Palopo H.M.Judas Amir, MH  di kantor dinas Pertanian dan peternakan Palopo, Kamis (27/06/2019).   Saat menyampaikan sambutan dihadapai puluhan anggota KTNA , Wali Kota berpesan agar pengurus mampu mengemban amanah yang diberikan kepadanya. Dalam kesempatan itu, selain mengukuhkan pengurus KTNA, orang nomor satu di Kota Palopo itu juga menyerahkan secara simbolis bantuan alat pertanian kepada kelompok tani.  Ia berharap agar alat yang dibantukan itu dipergunakan dengan sebaik mungkin dan tidak dipakai di luar wilayah Kota Palopo. “ Saya akan perintahkan inspektorat untuk memeriksa semua bantuan alat pertanian yang disalurkan untuk memastikan tidak ada persoalan yang muncul “ ucapnya seraya menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelaksanaan pembangunan pertanian secara berkelanjutan demi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. " Saya maupun kepala dinas akan merasa gagal apabila bantuan alat yang kami berikan namun tidak dipergunakan dengan baik dan saya menghimbau agar alat bantuan tidak keluar dari Kota Palopo" ujarnya.  

Sementara itu pengurus KTNA yang dikukuhkan pada kesempatan itu bertekad meningkatkan peran KTNA pada semua tingkatan, agar nantinya dapat menjadi motivator dan vasilitator kelembagaan petani dalam rangka meningkatkan pengembangan usaha pertanian, peternakan maupun perikanan. Pada periode ini KTNA merumuskan sejumlah agenda penting diantaranya perbaikan kelembagaan KTNA tingkat kecamatan dan kelurahan, pelaksanaan peningkatan SDM petani peternakan dan nelayan, melakukan pendampingan kelembagaan petani, melaksanakan kegiatan rembug tani/tudang sipulung setiap musim tanam serta berperan aktiv pada event Pekan nasional (Penas) pada tahun 2020.  Turut hadir pada acara pengukuhan yakni, Wakil Wali Kota Palopo H.Rahmat Masri Bandaso, Sekda Palopo H.Jamaluddin Nuhung, MH Kabag Binmas Polres dan sejumlah perwakilan Forkopimda.  ( Nunu Purwati_Diskominfo Palopo )