Palopo - Dinas Kebudayaan Kota Palopo menggelar Grand Final Pemilihan Ana' Dara Kallolo se- Luwu Raya 2019 yang dilaksanakan di Saodenrae Convention Center (Sabtu, 27/4/19).  Grand Final ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari 17 ana' dara dan 21 ana' Kallolo yang telah mengikuti seleksi pemilihan selama 4 (empat) hari.

Grand final ana' dara kallolo tahun 2019 ini sedikit berbeda, dimana tahun ini ada 13 kategori juara atribut sedangkan tahun sebelumnya hanya ada 5 kategori. Dalam sambutannya, kepala Dinas Kebudayaan Kota Palopo Akmal Hasan, S.Sos mengharapkan kepada masyarakat untuk selalu mempromosikan budaya Luwu.  Akmal Hasan juga mengharapkan putra putri tana Luwu untuk selalu menerapkan adab sipakalebbi, sipakainge'.  Sementara itu ketua DPRD Palopo Harisal Latief yang membuka acara ini mengharapkan untuk selalu memperlihatkan bahwa Luwu bukan sekedar suku tetapi merupakan suatu bangsa yang memiliki nilai budaya yang tinggi.  "Kita ada karena tana Luwu, maka salah jika kita mengesampingkan budaya Luwu" tegasnya.

Harisal Latief juga berharap agar agenda ini harus berjalan terus menerus yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk mencari asas manfaatnya. Ana' dara tahun 2019 ini dimenangkan oleh putri-putri kebanggaan asal Palopo, juara 1 dimenangkan oleh Andi Wulandari, untuk juara 2 dan 3 di menangkan oleh Enhana Kardiatunnisa dan Risky Nuralisa. Sementara juara 1 Kallolo dimenangkan oleh Muh.Saputra.

Ditemui seusai acara, Tyn Malasari yang merupakan ana' dara intelligencia tahun 2018 mengaku bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Wanita berparas cantik ini mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi atas terselenggaranya kegiatan ini. "Grand final tahun ini lebih mewah, lebih prepare dari tahun-tahun sebelumnya, pokoknya tahun ini terasa lebih komplit" ucapnya. Turut hadir dalam acara ini ketua pengadilan Palopo Ignasius Eko Purwanto, kasi kehumasan diskominfo Palopo Irwan Rizaly Noor, unsur forkopimda kota Palopo, dan komunitas pemuda se-Luwu Raya. (Ichzan_Diskominfo Palopo)