Palopo - BNN Kota Palopo mengggelar Workshop instansi pemerintah dengan tema wujudkan lingkungan kerja yang sehat dan produktif tanpa narkoba di hotel harapan (Senin, 22/7/2019) yang dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Palopo H. Rahmat Masri Bandaso. Kepala BNN Kota Palopo AKBP Ismail Husain menyebutkan bahwa diperlukan partisipasi semua pihak untuk membangun kawasan dan masyarakat yang unggul dan bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Mantan Wakapolres Gowa ini juga menyampaikan hasil penelitian BNN Pusat diseluruh kota di Indonesia terkait dengan narkotika dimana kabupaten Badung Provinsi Bali meraih predikat sangat tanggap narkoba dengan nilai 77%. Sementara Kota Palopo meraih predikat cukup tanggap dengan nilai mencapai 55%. "Kota Palopo masih cukup tanggap perihal narkoba ini, semoga kedepannya kita mampu mencapai predikat sangat tanggap secara nasional" ucapnya seraya mengharapkan peran serta pemerintah Kota Palopo dalam upaya mendukung langkah BNN Palopo dalam memberantas peredaran narkoba.  Kepala BNN berharap agar penanganan masalah penyalahgunaan narkoba tidak hanya bertumpu pada BNN saja, melainkan semua pihak bertanggung jawab untuk menyelamatkan moral masyarakat. " Saya berharap agar kedepan ada dukungna pemberitaan yang massif tentang bahaya narkoba agar masyarakat lebih paham tentang dampak buruk narkoba " tuturnya. 

Sementara itu sambutan Wakil Wali Kota Palopo, H.Rahmat Masri Bandaso yang membuka workshop sehari itu menyampaikan keprihatinannya terkait maraknya pemberitaan media massa tentang seringnya masyarakat tertangkap karena kasus narkoba. "Saya sangat menyayangkan jika generasi muda saat ini harus berurusan dengan hukum terkait masalah narkoba" ujarnya.  RMB juga menyampaikan bahwa salah satu jalan penuntasan permasalahan narkoba ini  adalah dengan terus menerus melakukan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat serta dampak yang akan diakibatkan oleh barang haram tersebut. "Ketahanan masyarakat kita masih rendah, masyarakat kita itu banyak yang belum paham tentang narkoba, oleh karena itu kita harus bahu membahu dalam membantu tugas BNN ini" tambahnya. RMB juga berharap kepada instansi pemerintah agar melakukan sosialisasi dilingkungan kerja masing-masing agar dapat tercegah dari pengaruh narkoba.

Salah satu pemateri dalam workshop itu, Kasi berantas Kompol Antonius menguraikan data bahwa saat ini di Lapas Klas II A Palopo  didominasi oleh warga binaan yang terjerat kasus narkoba.  " Setidaknya ada 60 persen warga binaan terkait dengan masalaha narkoba, dan parahnya ada yang justru mengendalikan bisnis haram itu dari balik jeruji tahanan " ucapnya.   Workshop ini dirangkaikan dengan pembentukan tim penggiat anti narkoba yang terdiri dari Inspektorat, Diskominfo, Dispora dan Dinas Pariwisata Kota Palopo yang ditandai dengan pemasangan pin penggiat anti narkoba secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Palopo kepada sejumlah perwakilan peserta workshop. (Ichzan_Diskominfo Palopo).