Palopo – Dua Kelompok Wanita Tani ( KWT ) binaan Dinas Ketahanan Pangan Kota Palopo saat ini telah menampakkan hasil menggembirakan.  Kedua KWT tersebut yakni, KWT Pattiware, kelurahan Salotellue-Kec.Wara Timur dan KWT Mekar Sari, kelurahan Penggoli –Kec.Wara Utara.   Salah satu indikator keberhasilan dari KWT itu adalah sejumlah tanaman sayur yang mereka budidayakan telah dapat dinikmati oleh warga sekitarnya. Seperti yang diutarakan oleh Nur Tang, Ketua KWT Pattiware kepada www.palopokota.go.id , bahwa dari hasil budidaya ragam sayur yang mereka laksanakan beberapa bulan ini telah dirasakan oleh masyarakat, setidaknya telah terdapat 50 ( lima puluh ) Kepala Keluarga yang menjadi penerima manfaat dari program KWT yang dipimpinnya.  “ 50 KK itu telah membudidayakan sayur mayur didepan rumah mereka, bibitnya dari kebun KWT yang kami pimpin “ ujarnya seraya menginformasikan bahwa KWT nya juga menjadi ajang silaturahim kalangan ibu rumah tangga di sekitar kelurahan Salotellue sehingga kesibukan ibu-ibu lebih terpadu.

Sementara itu, ketua KWT Mekar Sari, Darti Nurlang ketika dikunjungi oleh Plt.Kadis Ketahanan pangan Hj.Hadisah, Jumat (4/10/2019) menuturkan bahwa meskipun lahan yang mereka berdayakan adalah miliki orang, namun dengan keberadaan KWT yang dipimpinnya sejak tahun 2017 telah mampu memberi dampak tersendiri bagi warga sekitarnya. Menurut Dari Nurlang bahwa dengan adanya program budidaya sayur yang dipelopori oleh ibu-ibu yang tergabung dalam KWT setidaknya mampu mengurangi beban keluarga dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok sayur mayur. “ Alhamdulillah, sudah tak ada lagi nampak penjual sayur mayur masuk gang kami, karena ibu rumah tangga dapat mengambil secara gratis sayur yang kami budidayakan di KWT Mekar sari “ ujarnya dengan penuh semangat. 

Sementara itu, Plt.Kadis ketahanan pangan Kota Palopo Hj.Hadisah disela-sela kunjungannya mengatakan bahwa keberadaan KWT ini sangat memberi dampak positif tersendiri. Bahkan menurutnya pada pelaksanaan verifikasi lapangan program Kota Sehat, KWT itu telah menjadi salah satu lokus penilaian. “ lahan perkebunan KWT juga menjadi wadah edukasi bagi anak sekolah yang ingin belajar bercocok tanam” tandasnya seraya mengajak masyarakat dapat meniru program budidaya sayur mayur yang digalakkan oleh pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani ( red-Diskominfo Palopo )