Palopo - Setelah sukses menggelar bimbingan teknis penggiat anti narkoba lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah, BNN Palopo kembali menggelar bimbingan teknis penggiat anti narkoba lingkungan masyarakat di Hotel Harapan Kota Palopo, Selasa(  20/8/2019) yang dihadiri perwakilan kelurahan dan elemen masyarakat.  Bimbingan teknis ini adalah bentuk upaya dalam pencegahan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). P4GN adalah upaya sistematis berdasarkan data penyalahgunaan narkoba yang tepat dan akurat, perencanaan yang efektif dan efisien dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan warga negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba untuk itu diperlukan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat dalam membantu satgas di instansi pemerintah menjadi pelaku P4GN secara mandiri.

Kepala BNN Palopo AKBP Ustim Pangarian, SE.,M.Si menyebutkan bahwa dengan adanya peran serta penggiat anti narkoba dapat mewujudkan lingkungan masyarakat yang bebas dari narkoba. "Kejahatan narkotika telah menimbulkan dampak instabilitas keamanan dalam masyarakat karena telah menyasar seluruh kalangan masyarakat" ucapnya.  Mantan Kabid pemberantasan BNN Provinsi Sulawesi Selatan ini juga menyampaikan hasil survei penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh LIPI bahwa estimasi penyalahgunaan narkoba di Indonesia sebesar 2,1% atau setara dengan 3,9 juta penduduk indonesia dan  jumlah kerugian sosial dan ekonomi mencapai Rp 8,4 triliun sementara itu 30 orang/hari meninggal dunia.  Pria yang juga pernah menjabat Kapolsek Wara Kota Palopo ini menambahkan bahwa  masyarakat harus mampu bertindak sebagai pelaksana dalam pencegahan narkoba dilingkungan masyarakat masing-masing. "Upaya peran serta elemen pemerintah dan komponen masyarakat harus terus digerakkan demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba" ucap pria kelahiran Lamasi ini.

Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat dilingkungan kelurahan yang ada di kota Palopo untuk membantu BNN Palopo  dalam upaya P4GN dan menegaskan bahwa persoalan narkoba dan penanganannya adalah tanggung jawab bersama. Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Baso Sulaiman yang mewakili Wali Kota Palopo mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan sikap nasionalisme. Baso Sulaiman mengharapkan agar persatuan Indonesia harus ditegakkan "Jangan ada diskriminasi dalam kehidupan kita, seperti yang terjadi sekarang ini di Papua, kita harus saling melindungi saling bersatu" ucapnya. "Budaya kita adalah sipakatau, sipakamasei dan sipakalebbi harus kita terapkan untuk mencegah generasi kita dari ancaman sosial" tambahnya.  Baso Sulaiman juga menegaskan bahwa edukasi tentang narkoba baiknya dibawakan di tempat-tempat ibadah demi perluasan pencegahan bahaya narkoba.  "Marilah kita mengawasi generasi-generasi kita sekarang ini, berikan pemahaman dan informasi tentang narkoba" ujarnya.Dirinya juga berharap bahwa narkoba bukan satu-satunya hal perlu diawasi tetap juga tentang terorisme, radikalisme dan rasisme. (Ichzan_Diskominfo Palopo/ Baiq / Nabilah)