Palopo-  Salah satu rangkaian awal pelaksanaan Festival Keraton Nusantara ( FKN) ke-XIII  di Kota Palopo diwarnai dengan jamuan makan malam di halaman Istana Kedatuan Luwu, ahad (8/9/2019).  Diawal acara panitian pelaksana menyuguhkan sejumlah tarian.  Sekretaris jenderal Forum Komunikasi dan Informadsi Keraton Nusantara , DR. Gusti Raden Ayu Murtia, M.Pd dalam sambutannya bahwa pelaksanaan FKN adalah merupakan salah satu wujud untuk meneruskan upaya pewaris keraton untuk melestarikan kebudayaan tradisional leluhur bagi terciptanya entitas budaya tradisi secara turun temurun.

“ Sejak pelaksanaan FKN pertama tahun 1995 di Kota Solo / Surakarta hingga hari ini FKIKN telah banyak member sumbangsih pemikiran, saran, usulan,dan pendapat melalui musyawarah dan silaturahmi yang telah terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara kesatuan Republik Indonesia “ tandasnya seraya berharap agar jalinan silaturrahim memberi pengalaman tata nilai dan norma kearifan lokal guna menghindari pengaruh budaya global.

Sementara itu, Opu Pabiccara Kedatuan Luwu, H.M.Lutfi A.Mutty yang tampil mewakil kedatuan Luwu menyampaikan secara singkat tentang perihal kisah I Laga Ligo yang telah diakui sebagai karya sastra terpanjang di dunia melebihi kisah Mahabarata dan Ramayana. “ Naskah I La Galigo yang berhasil dihimpun terdiri dari 6 ribu halaman folio atau skitar 300 ribu baris puisi yang ditulis di atas daun lontar dengan bahasa bugis kuno “ ujar mantan Bupati Luwu Utara dua periode itu. Seraya menambahkan bahwa naskah kisah I La Galigo tersebut diyakini masih banyak tersebar dan tersimpan sebagai milik pribadi.

Lutfi menguraikan bahwa dalam kisah I La Galigo juga mengungkapkan sejumlah tempat yang menjadi rangkaian kisah legenda tersebut diantaranya negeri Cina sehingga menurut mantan staf ahli Wapres tersebut kisah I La Galigo dapat dijadikan sebagai wadah diplomasi untuk lebih mempererat kerja sama antar bangsa, terlebih menurutnya kisah itu juga menjadi sebuah kisah cerita di negeri Klantan, Malaysia. .

Sambutan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada kesempatan itu berharap agar kegiatan Festival Keraton Nusantara berharap agar  peran keraton dan kesultanan maupun kerajaan tidak hanya sebatas pada perihal kultural saja melainkan juga dapat berkiprah dan memberi sumbangsih pada aspek sosial, politik, ekonomi bahkan aspek pembangunan.( Baiq Iin Lestari_Diskominfo Palopo )