Palopo - Pemkot Palopo (Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo), Plt Dispertanakbun Palopo, Andi Bakhtiar S.Sos, M.Si, bersama Ketua  TGUPP Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Samsu Alam  berkunjung ke Kota Madiun, tepatnya di Kecamatan Kare, Desa Kare dan Desa Kelamun Koptan Pusat Pelatihan Kepel Porang. Dalam rangka melihat langsung kegiatan adopsi pengelolaan usaha budi daya tanaman porang di Madiun Provinsi Jawa Timur Tanggal 08-10 Oktober 2020.

Seperti kondisi realitas tanaman lainnya, bahwa faktor iklim yang berpengaruh terhadap budidaya Porang ini antara lain curah hujan, suhu udara, kecepatan angin, dan kelembaban udara, sehingga penerapan teknologi hemat air. Ini mengingat kebanyakan aktivititas pertanian bergantung pada ketersediaan air sepanjang musim tanam. Dengan adanya informasi prakiraan iklim yang akurat, maka kemungkinan terjadinya gagal panen dapat dihindari. Caranya dengan menyesuaikan sistem budidaya atau manajemen pola tanam dan meneliti ciri khas kelebihan/kekurangan tanaman yang akan di kembangkan.

Dan ternyata tanaman Porang ini, memiliki kualitas baik, tahan dengan ketersediaan minimum air  dan dapat untuk dikembangkan Kota di Palopo. Juga mengingat bulan Juli  lalu, bapak Walikota Palopo hadiri panen raya porang bersama Mentan SYL di Kabupaten Sidrap Sulsel.

Tanaman porang mempunyai sifat khusus yaitu mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh.

Adaptasi melalui penyesuaian sistem alam dan sosial untuk menghadapi dampak negatif terhadap perubahan iklim, untuk itu perlu mengetahui bagaimana budi daya tanaman Porang ini, yang spesifiknya tanaman hemat air.”Ujar Andi Bakhtiar melalui Phone Selulernya.

“Wilayah ketinggian yang suhunya dingin tidak perlu naungan, diharuskan juga memilih bibit porang yang sumbernya jelas baik kwalitas maupun asal usul bibit porang, salah memili bibit, akan berakibat hal yang fatal.” Tambahan penjelasannya.

Dengan melihat bagaimana tanaman porang ini dibudidayakan, maka besar harapan dapat di adopsi untuk dikembangkan tentu dengan berkordinasi dengan stakeholder terkait dan sesuai dengan arahan pimpinan. Untuk tujuan tersebut, sehingga Pemkot Palopo (Dispertanakbun) mengikuti kegiatan adopsi pengelolaan usaha budi daya tanaman porang di Madiun Provinsi Jawa Timur. (red.Usni_Diskominfo Palopo)