Palopo – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H, dinas perdagangan Kota Palopo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah makan, hotel dan pangkalan gas LPG, Jumat( 12/4/2019). Sasaran utama sidak kali ini adalah aturan penggunaan tabung gas LPG 3 Kg. Kepala bidang perlindungan Konsumen Dinas perdagangan Kota Palopo, Nurpati selaku ketua tim sidak menyebutkan sidak kali ini bersifat sosialisasi, dengan memberi tenggang waktu selama 3 (tiga) hari kepada para pelanggar untuk tidak memakai tabung gas 3 Kg dan segera beralih pada penggunaan tabung gas 5,5 Kg atau 12 Kg. “ Kami akan menindak tegas para pelanggar ini, kami masih memberi toleransi 3 (tiga) hari kedepan, jika terbukti masih melanggar kami akan melakukan penarikan tabung gas dan kami akan memberikan rekomendasi ke Pertamina untuk melakukan pemutusan hubungan usaha (PHU)” ucap Nurpati.

Dengan didampingi oleh jajaran Polres Palopo, Satpol PP, perwakilan Pertamina Regional Luwu Raya dan agen gas LPG, dinas perdagangan terjun ke beberapa rumah makan.  Dari inspeksi tersebut terdapat  3 rumah makan yang disidak terdapat yang terbukti melanggar aturan yakni menyalahgunakan tabung gas 3 Kg, yang sejatinya tabung gas LPG 3 Kg hanya diperuntukkan untuk rumah tangga dan ekonomi mikro. Rosita, salah seorang pemilik rumah makan berdalih bahwa pihaknya memakai tabung gas LPG 3 Kg karena langkanya stok untuk tabung gas 5,5 Kg dan 12 Kg.

Sejalan dengan itu, Checker Sales Executive Pertamina Regional Luwu Raya Muhdar menghimbau kepada pemilik rumah makan yang terbukti melanggar untuk segera beralih. “Tabung gas 3 Kg hanya untuk rumah tangga dan usaha mikro, jika kita semua memakai tabung gas 3 Kg maka akan terjadi kelangkaan. Kita semua wajib untuk mengingat ini. Jika kita menggunakan 10 tabung gas 3 Kg / hari itu berarti sudah bisa menghidupi 10 rumah tangga untuk beberapa hari kedepan” ucap Muhdar kepada salah satu pemilik rumah makan. 

Sementara itu Checker Sistem Monitoring LPG 3 Kg Haerul berharap kepada dinas perdagangan Kota Palopo dan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan ini dengan cepat. Pihaknya tidak mau pelanggaran seperti ini terus berulang. “Harus ada tindakan tegas dari instansi terkait untuk mengatasi masalah ini, kelangkaan tabung gas 3 Kg bukan cuma berasal dari pertamina tetapi juga dari usaha-usaha besar yang masih menggunakan tabung subsidi” tegasnya. Tim sidak juga mengunjungi salah satu hotel di Jl. Mangga Kota Palopo. Di hotel ini tim sidak juga menemukan penyalahgunaan tabung subsidi dan memberikan instruksi untuk segera beralih ke tabung non subsidi. Sebelumnya tim sidak juga mengunjungi salah satu usaha Laundry di perumahan Hartaco yang juga terbukti menggunakan tabung gas 3 Kg. (Ichzan Kasri_Diskominfo Palopo)