Palopo - Keterlibatan aktif dunia usaha dalam penanganan kawasan kumuh diapresiasi oleh Pemerintah Kota Palopo. Kolaborasi multipihak ini adalah langkah strategis dalam upaya pencapaian target “ 0 “ hektar kumuh di Kota Palopo pada tahun 2019.   Hal ini disampaikan oleh Taufik S.Kep.Ns, Asisten II Setda Palopo saat meninjau lorong panggung di Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur. Lorong trsebut adalah pilot project Program iCare-Palopo yang digagas oleh Bappeda Kota Palopo. "Kita apresiasi teman-teman dari Bank Mandiri dan Cat Emco yang memberikan perhatian khusus pada upaya penataan kawasan kumuh di Palopo. Kemitraan seperti ini adalah bentuk kepedulian dunia usaha terhadap lingkungan dan sosial masyarakat Palopo", kata Taufik seraya menambahkan bahwa penataan kawasan kumuh adalah salah satu fokus Pemerintah Kota Palopo dalam lima tahun ke depan. Hal ini mendukung visi Palopo sebagai kota maju, inovatif dan berkelanjutan.  "Pelibatan dunia usaha dalam upaya-upaya pengentasan kumuh ini perlu dilakukan karena Pemkot Palopo sadar bahwa permasalahan kumuh sangat kompleks, sehingga perlu melibatkan multipihak.

Ke depan, Taufik berharap Project iCare-Palopo ini bisa diduplikasi di lokasi lain. Menurutnya kawasan kumuh di Kota Palopo masih menyisakan 20 hektar yang masih perlu diintervensi. Dirinya berharap, agar program ini berkelanjutan. "Kita juga berharap, kolaborasi dengan dunia usaha tidak hanya pada bantuan sarana prasarana semata, tetapi juga perlu men-deliver kegiatan-kegiatan non fisik, seperti kesehatan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat", tambah Taufik.

Sementara itu, Reformer Program iCare-Palopo, Erdin mengatakan bahwa program ini adalah upaya menggugah kepedulian dunia usaha terhadap Kota Palopo yang masih menghadapi tantangan pada permasalahan kumuh. Upaya kolaborasi perlu didorong, karena sumberdaya pemerintah tidak sepenuhnya mampu meng-cover kebutuhan kegiatan penanganan kumuh. "Saat ini memang eranya kolaborasi. Semua pihak sadar akan pentingnya sinergi dan kolaborasi. Untuk itu, kami di Bappeda mulai mendorong PINA, pembiayan infrastruktur non anggaran. Kita mulai memanfaatkan dana CSR yang ada di badan-badan usaha yang beroperasi di dalam wilayah administratif Kota Palopo. Sebagai langkah awal, kami mulai di pengentasan kawasan kumuh", jelas Erdin.  Sementara itu, Isna Merlyana, Sales Manager Bank Mandiri Branch Palopo yang juga hadir pada kesempatan itu mengungkapkan kesyukurannya dapat dilibatkan dalam program iCare-Palopo ini. Hal senada disampaikan oleh Manajer Marketing EMCO, Eddy Sanyoto, juga menyatakan kebanggaannya dapat berkontribusi bagi Kota Palopo.  "Kami selalu berkomitmen untuk menjadikan yang biasa menjadi luar biasa. Olehnya itu, mengambil bagian dalam pengentasan kumuh di Palopo adalah kesempatan yang luar biasa bagi kami", kunci Eddy.( red_Diskominfo Palopo )