Palopo - Dalam rangka kesiapsiagaan terhadap ancaman Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Palopo menggelar sosialisasi dan advokasi virus Corona di Hotel Harapan – Palopo, Kamis (12/3/2020).  Asisten III Setda Palopo DR.dr. Ishak Iskandar, M.Kes yang membuka sosialisasi tersebut mengharapkan peran stakeholder terkait mampu menenangkan masyarakat agar tidak panik dan risau dalam menghadapi wabah ini. "Saya berharap kita selalu menjaga kesehatan, saya juga berharap kepada aparat untuk mengawasi berita hoax yang menyebar di media sosial mengenai virus Corona" ujarnya.  Mantan kepala dinas kesehatan Palopo ini bahkan menghimbau kepada masyarakat untuk menunda perjalanan keluar negeri jika hal itu tidak dianggap mendesak.

Sementara itu, kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar Darmawali Handoko yang tampil sebagai pemateri dalam kesempatan itu mengajak semua pihak untuk mampu meningkatkan kemampuan prevent, detect dan respons dalam menghadapi ancaman pandemi Covid-19. Dalam paparannya, pria yang akrab di sapa Koko ini menyebutkan beberapa faktor pemicu KKMD yaitu alih fungsi lahan, urbanisasi, mobilitas global, bencana alam dan bioterorisme. "Tetap jaga pola hidup, pola makan dan pola pikir, hindari stres untuk meningkatkan daya tahan tubuh" ujarnya menyarankan.

Sosialisasi yang dihadiri oleh praktisi kesehatan, instansi terkait dan perwakilan rumah sakit/puskesmas se-Kota Palopo ini diharapkan mampu mempersiapkan bentuk pencegahan dan penanganan corinavirus disease (COVID-19) di Kota Palopo.  Koko menginformasikan bahwa sebelumnya, virus Corona mulai merebak di kota Wuhan, Cina sejak Desember 2019 dan telah menginfeksi lebih dari 119.044 orang diseluruh dunia. Dampak virus ini juga  memaksa negeri Pizza, Italia harus menutup negaranya ( lockdown). Italia melaporkan 12.462 warganya terinfeksi COVID-19 dan telah menewaskan 827 orang. Imbas dari ini juga Italia harus menghentikan seluruh pertandingan olahraga termasuk liga Italia Seri-A.  Sementara itu Arab Saudi menghentikan kegiatan umroh demi pencegahan penyebaran virus ini. Di Indonesia sendiri sudah terdapat 34 kasus COVID-19.

Coronavirus disease 2019 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Sakit tenggorokan, pilek, atau bersin-bersin lebih jarang ditemukan. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan. (Ichzan_Diskominfo Palopo)