Palopo- Dalam rangka menghadapi pelaksanaan kompetesi inovasi dalam pelayanan publik tingkat Kota Palopo tahun 2018, Bagian Organisasi dan Tata laksana Setda Palopo menggelar coaching clinic yang diikuti oleh sejumlah perwakilan OPD, BUMN, dan BUMD se-Kota Palopo. Acara tersebut dibuka resmi oleh Pj.Wali Kota Palopo Andi Arwien Azis, S.STP di VIP room Mega Plaza, kamis(2/8/2018). Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di kota IDAMAN tersebut menguraikan bahwa kompetisi inovasi pelayanan publik diharapkan mampu menghasilkan sebuah terobosan yang dapat membantu peningkatkan kualitas dan metode pelayanan publik.  Ia berharap karya proyek perubahan yang pernah dipersembahkan oleh peserta Diklatpim kiranya dapat diimplementasikan sebagai salah satu solusi dalam pelayanan publik.

Namun demikian, Andi Arwien mewanti-wanti agar inovasi yang dicetuskan sedapat mungkin dipastikan keasliannya. “ Jangan hanya menyalin saja dengan apa yang telah dibuat sebelumnya oleh pihak lain. Jangan hanya plagiat saja “ tandasnya seraya berharap agar pelaksanaan coaching clinic tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang baik.

Sementara itu, Kabag Ortala Setda Palopo, Iwan Mursalim menjelaskan bahwa pelaksanaan kompetisi inovasi pelayanan publik adalah merupakan terobosan untuk melahirkan sebuah  gagasan, ide kreatif orisinal dan atau adaptasi yang dapat mmberikan manfaat positif bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. “ Tujuan kegiatan ini ialah meningkatkan pelayanan publik.  Adapun peserta yang diikut sertakan ialah lembaga instansi vertikal, OPD lingkup Pemkot Palopo, BUMN dan BUMD “ ujarnya seraya menyampaikan bahwa jadwal pelaksanaan kompetisi akan berlangsung mulai 8 mei 2018 sampai 17 September 2018. 

Kompol Woro Susilo ( Wakapolres Palopo ) yang didaulat sebagai salah satu narasumber menjelaskan bahwa salah satu prinsip utama kompetisi inovasi pelayanan publik ialah akuntabilitas dimana hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, transparan yang dapat diakses oleh semua pihak, baik pengusul, penilai dan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan pun hendaknya bersifat independen, yakni tidak berpihak dan bebas kepentingan. ( Yulianti Arsyad_Diskominfo Palopo )