Palopo- Wakil Wali Kota Palopo, Ir.H.Rahmat Masri Bandaso, M.Si ( RMB ) menekankan bahwa pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019 berbeda kondisi dan suasananya dengan pemilihan kepala daerah. Menurutnya, tantangan pemilu 2019 mengharuskan semua pihak untuk selalu berkoordinasi sehingga tidak menimbulkan dampak yang kurang baik ditengah-tengah masyarakat.   Dirinya berharap agar pengalaman pemilukada 2018 yang baru saja dihelat di Kota Palopo dapat dijadikan pembelajaran, sebab pada awalnya Kota Palopo dicap masuk kategori zona merah dalam pelaksanaan pemilukada 2018. “ Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak zona merah tersebut perlahan berubah menjadi zona hijau , dan itu harus kita pertahankan pada pemilu 2018 mendatang “ ujarnya seraya mewanti-wanti agar  Jangan sampai ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan upaya provokasi terhadap lawan politiknya sehingga membuat suasana menjadi kurang kondusif dan mengganggu stabilitas politik di daerah ini.   Pesan itu disampaikan ketika menghadiri acara sosialisasi pengawas partisipatif partai politik,OMS dan media massa di Hotel Agrowisata Palopo, sabtu(29/9/2018).     

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan ,Apriadi mengatakan bahwa salah satu tugas utama Panwaslu adalah memastikan terselenggaranya pemilihan umum secara baik dan benar sekaligus mewujudkam pemilu yang demoktratis dan menigkatkan integritas maupun kreadibilitas pemilu.  “ Sangat penting melibatkan semua stakeholder dalam pemilu untuk mengawasi penyelenggaranya dan  peserta pemilihan agar terhindar dari berbagai bentuk pelanggaran.Pentingnya partisipasi masyarakat akan memudahkan bagi Bawaslu dalam melaksanakan tugasnya dan meningkatakan kepercayaan kepada publik “ tuturnya.  Sosialisasi yang dilaksanakan sehari tersebut diikuti oleh sejumlah unsur diantaranya dari kalangan pers, mahasiswa, tokoha agama, pengurus partai politik dan FKAUB. ( Nunu Purwati _Diskominfo Palopo )