Palopo- Tidak dapat di pungkiri bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu lokomotif  peningkatan ekonomi suatu daerah, baik dalam rangka mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun pendapatan masyarakat sekitar kawasan wisata akan bertambah jika pengelolaan pariwisata dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan. Hal itu menjadi salah satu kesimpulan dalam diskusi akhir tahun dengan Tema “  Jejaring Pemerintahan Dalam Pengembangan Sektor Pariwisata Kota Palopo “ yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( Balitbangda) Palopo bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik Veteran Palopo di aula STISIPOL Veteran,  Senin( 11/12/ 2017).

Dalam kesempatan itu, Kepala BPKAD Palopo, H.Hamzah Jalante mengungkapkan bahwa saat ini  PAD sektor Pariwisata di Kota Palopo meningkat 600% sejak tahun 2013 yang diperoleh dari kegiatan pariwisata seperti pajak restoran,café, dan rumah makan.  Meski tidak merinci lebih jauh, naumn dirinya mengaku bahwa hal tersebut secara signifikan membantu penguatan sumber keuangan daerah.

Sementara itu, ketua Komisi II DPRD Palopo, Budirani Ratu menyampaikan bahwasanya Kota Palopo merupakan salah satu daerah penyangga pariwisata yang memiliki banyak potensi wisata yang jika dikelolah dengan baik akan memberi dampak positif, salah satunya adalah obyek “Buntu Langi’ di lingkungan Bora, kelurahan Mungkajang – Palopo. Wisata alam yang belum tersendth baik tersebut memiliki pemandangan dan potensi buah-buahan khas yang jika dikelola dengan baik akan memberi manfaat bagi daerah.

Diskusi yang berlangsung sehari tersebut menghadirkan pimpinan dan akademisi perguruan tinggi se-Kota Palopo diantaranya DR.Abdul Pirol (rektor IAIN Palopo) , Muh. Halim (STIEM Palopo) , DR.Suaedi ( mantan rektor Universitas Cokroaminoto Palopo) dan Ketua yayasan STISIPOL Palopo,H.Abdul Hafied Gaffar, turut pula hadir sejumlah perwakilan OPD lingkup Kota Palopo dan tokoh masyarakat.( red_diskominfo )