Palopo- Pengembangan kota cerdas dan kota kreativ menjadi perhatian serius dalam diskusi yang dilaksanakan oleh Palopo Forum Urban Forum, sabtu(28/4/2018) di Warkop Kampis-Palopo. Pada pertemuan kedua yang mengusung tema “ Menggagas Kota Kreativ “ tersebut dihadiri oleh sejumlah pemerhati dan praktisi dari kalangan birokrat dan akademisi, dan sejumlah mahasiswa.  Hadir sebagai panelis dalam kegiatan tersebut yakni M.Afif Hamka, S.Ip.M.Si dari Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreativ Palopo  dan Nasaruddin, SE dari Univ.Andi Djemma Palopo.  Dalam paparannya, Afif yang juga mantan lurah Batupasi dan Kasubag Protokol Setda Palopo tersebut mengatakan bahwa untuk mewujudkan Palopo sebagai kota kreativ sebagaimana kota besar lainnya seperti Bandung dan Jogjakarta memang butuh waktu yang tidak sebentar. “ Prosesnya tidak instan dan semua yang dilakukan terencana dengan baik, dan yang paling utama adalah karena didukung oleh kuatnya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat “ ujarnya. Ia berharap dengan pengembangan konsep kota kreativ dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebab menurut alumnus Unhas ini, kota kreativ sangat bertumpu pada masyarakat itu sendiri.  

Hal senada diutarakan oleh Sekretaris Balitbangda Palopo, Taufiqrahman yang mengatakan bahwa program pengembangan kota kreativ butuh waktu yang bertahun-tahun jika semua pihak punya komitmen yang sama. “ saya pernah ke Jepang melihat pusat pengembangan pembudidayaan kupu-kupu dan ternyata program itu dirancang dan dikembangkan selama 30 tahun “ ujarnya seraya berharap jika Palopo ingin serius dikembangkan menjadi kota kreativ maka diperlukan road map yang utuh sebagai instrumen bersama. Taufiqa rahman juga berharap agar pada pelaksanaan Festival Keraton Nasional yang akan dipusatkan di Palopo pada 9 September 2019 kiranya ada upaya menampilkan kreativitas khas Palopo yang akan disuguhkan oleh Pemerintah dan masyarakat Kota Palopo kepada delegasi keraton dan kesultanan se-Indonesia, misalnya dengan penyajian makanan dengan menus khas Tana Luwu.       

Sementara panelis kedua Nasaruddin, SE dalam paparannya menekankan bahwa pengembangan konsep Palopo sebagai kota kreativ tidak mesti harus sama dengan pola dan ciri khas yang dimiliki daerah lain yang lebih dulu mengembangkan konsep tersebut, tetapi perlu mencari branding tersendiri yang mudah dikenal namun tidak menanggalkan semangat kearifan lokal.  “ selain itu kita harus perkuat sistem pemasaran dan promosi daerah kita , agar lebih dikenal masyarakat “ ujar mantan ketua HMI Cabang Palopo tersebut. Zulham Hafid selaku salah satu inisiator kegiatan tersebut menuturkan bahwa diskusi Palopo Urban Forum akan berlanjut dengan sejumlah sesion yang setiap sesion akan mengsung tema dan isu terkait kota kreativ. ( red_Diskominfo Palopo )