Berbicara obyek wisata alam Latuppa, mungkin sebagian besar masyarakat Palopo dan bahkan Tana Luwu pada umumnya sudah tidak asing lagi. Namun ketika menyebut nama Kambo, bisa jadi masih asing bagi sebagian orang. Tapi sesungguhnya Kambo adalah merupakan bagian wilayah kelurahan Latuppa sebelum pemekaran kelurahan pada tahun 2005 silam.  Kambo dalam beberapa tahun terakhir bahkan telah menjadi alternavtiv bagi sebagian masyarakat pelancong untuk menikmati suasana berbeda ditengah penatnya kegiatan. Menurut mama mifttah, warga yang juga pemilik salah satu warung yang kerap disinggahi oleh masyarakat ketika berkunjung ke Kambo, bahwa biasanya diakhir pekan jumlah pengunjung di Kambo cukup banyak dibanding hari biasanya.  Kebanyakan pengunjung memilih waktu bersantai di sore hari dengan harapan dapat menikmati pemandangan yang menarik di sore hari.

Pilihan masyarakat berkunjungan ke Kambo memang bukan tanpa alasan, sebab selain masih “ perawan “ suasana dingin dan sejuk serta keramahan penduduk menjadi magnet tersendiri. Menurut Gugun, yang juga sering mengunjungi Kambo, bahwa Kambo sesungguhnya merupakan destinasi wisata yang paling potensial di Kota Palopo.  “ Kambo adalah jendela Palopo, bayangkan saja kita dapat menikmati pemandangan 3 dimensi sekaligus dalam waktu dan tempat bersamaan dari ketinggian, yakni view sea ( pemandangan laut ), view city ( pemandangan kota ) dan view forest ( pemandangan hutan ), potensi ini sangat jarang dimiliki oleh daerah lain di Sulawesi Selatan” tandas guru pariwisata dan perhotelan SMKN I Palopo ini.  

Meski jalan menuju kelurahan Kambo sering menanjak dan tak jarang terdapat jurang terjal, namun perjalanan ke kawasan ini dapat dikatakan sangat baik, pasalnya jalanan beraspal hotmix terhampar sepanjang kurang lebih 3 kilometer.  

Selain itu, kelurahan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Mungkajang sudah dilengkapi sarana listrik, sehingga memungkinkan bagi warga yang ingin berkunjung pada malam hari.  Terlebih dibeberapa titik telah dipasangai Lampu Penerang jalan Umum. “ justru di malam hari pemandangan dari Kambo tak kalah menariknya, kita dapat melihat kerlap-kerlip lampu di penjuru Kota Palopo, sangat sayang dilewatkan “  ujar irfan Rusdi, salah seorang tenaga pengajar di SD Ponpes Datok Sulaiman Palopo yang mengaku kerap kongkow di Kambo seraya menambahkan agar bagi siapa saja yang ingin ke kambo jangan lupa menenteng kamera untuk mengabadikan pemandangan Palopo dari ketinggian. 

Yang unik di kambo, masyarakat maupun pengunjung dapat menikmati air alam yang bukan saja dingin tetapi dapat dikonsumsi langsung meski tanpa harus dimasak. Maklum airnya cukup steril, tak heran jika di Kambo sejak beberapa tahun lalu telah dibangun pabrik air minum kemasan yang memanfaatkan potensi air pegunungan Kambo.  Keelokan kambo, bahkan membuat sejumlah pihak kepincut untuk membeli lahan dan membangun saung tempat peristirahatan dikawasan tersebut. Kini, ketika berkunjungan ke Palopo, sepertinya Kambo perlu menjadi salah satu tujuan anda. Mau bukti ? silakan ke Kambo !  ( herawan s.toni )