Palopo- Sebanyak 150 penerjun dari Kostrad akan melakukan aksi terjun payung selama 5 hari di Kota Palopo.  Hal itu diungkapkan oleh Dandim 1403 Sawerigading Let.Kol.Inf.Muh.Imasfy ketika disela-sela aksi perdana kesatuan tersebut pada senin( 12/2/2018) di lapangan Gaspa.  Aksi yang memukau warga kota “ IDAMAN ‘ tersebut digelar dalam rangka menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi tantangan keamanan selama pelaksanaan tahapan pilkada di Kota Palopo.

Ia yang ketika itu didampingi oleh komandan regu penerjun, menegaskan bahwa setiap hari akan ada 30 orang anggota Kostrad yang akan melakukan aksi terjun payung dengan ketinggian sekitar 10.000 kaki. “ Mereka adalah cadangan kedua pengamanan pilkada di Kota Palopo “ ungkapnya seraya menegaskan bahwa aksi tersebut hanya dilakukan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Palopo .

Sementara itu ka.Ops brigade Mayor Faisal yang mendampingi Dandim 1403 mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk memelihara kemampuan pasukan lintas udara. “ Kita akan tetap stand by di Makassar, dan apabila diminta dalam waktu cepat maka kami akan segera bergerak dengan aksi terjun payung, semua akan kami pantau “ ujarnya seraya meyakinkan bahwa aksi tersebut tidak ada tendensi politiknya. Mayor Faisal juga mengatakan bahwa dalam rangka pengamanan pilkada Kostrad menyiapkan 1 brigade pasukan  atau sebanyak 2.500 pasukan ( red_Diskominfo )