Palopo- Kejahatan terhadap anak yang makin luas, baik jenis, jumlah dan daya rusaknya, membuat masyarakat terperangah atas buruknya perlindungan terhadap anak-anak. Meski bukan satu-satunya pemicu meningkatnya perhatian pemerintah dan semua kalangan terhadap situsasi dan kondisi anak-anak yang rentan kasus kejahatan seksual ataupun penyalahgunaan narkoba, namun hal tersebut menjadi problema yang serius dan perlu ditangani secara benar. Hal tersebut terungkap dalam diskusi “ Jangan Asal Bicara “ yang dilaksanakan oleh Bagian Humas Setda Palopo di Mega Plaza-Palopo, selasa(31/7/2018). Acara yang dipandu oleh mantan rektor Universitas Cokroaminoto Palopo, Dr.Suaedy.M.Si tersebut menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya, Sekda Palopo H.Jamaluddin Nuhung, SH.MH, kasat reskrim Polres Palopo AKBP Ardi Yusuf, Ka.Kemenag Palopo Drs.H.Usman, dan LSM Perlindungan Anak, Andi Fatmawati.   

Dalam dialog tersebut, Sekda Palopo menekankan agar semua pihak menumbuhkembangkan sikap kepdulian terhadap perlindungan terhadap anak dari berbagai ancaman kejahatan yang mengintai.  Dirinya juga berharap agar penindakan terhadap pelaku kejahatan terhadap anak bisa dilakukan dengan segera sebelum kejahatan itu meluas..

Sementara itu, kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Palopo Suriani Suli, SH menyampaikan bahwa tanggung jawab pelaksanaan perlindungan anak tidak hanya bertumpu pada pemerintah semata. “ Undang- undang no 23 tahun 2002 membebankan tanggung jawab tersebut pada semua elemen negara, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat termasuk orang tua “urainya. Ia juga menyarankan agar pendidikan agama terhadap anak sangatlah berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya sehingga dapat menciptakan generasi-generasi yang taat beragama serta menjauhkan diri dari pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba, terangnya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa instansi pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta beberapa jurnalis dari berbagai media cetak dan elektornik (Faisal Ibrahim_Diskominfo Palopo )