Palopo- Dalam rangka mempererat semangat persaudaraan sesama wija to Luwu, Pos Dai menggelar silaturahim dan dialog dengan tema “ Luwu; Dulu, Kini dan Esok “ di Saodenrae Convention Centre Palopo, Jumat(14/4/2017). Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah figur lintas profesi tersebut menghadirkan3(tiga ) pembicara yaitu, Datu Luwu H.Andi Maradang Mackulau, SH, anggota DPD RI H.Abd.Asiz Qahar Muzakkar, dan mantan rektor Univ Andi Djemma Palopo, Prof.Dr.Lauddin Marsuni.

Dalam kesempatan itu, Datu Luwu mengingatkan bahwa warga tana Luwu tidak boleh menjadi masyarakat kelas 2 di Sulawesi Selatan, melainkan harus mampu tampil terdepan. Datu juga menginatkan kepada para pemimpin di Tana Luwu untuk senantiasa menjadi pengayom sekaligus mencari solusi atas segala masalah yang dihadapi masyarakatnya. “ pemimpin itu tidak pantas menimbulkan masalah, melainkan sebagai pencari solusi terhadap masalah” ungkapnya.

Sementara itu, Abd.Asiz Qahar Muzakkar yang tampil sebagai pembicara kedua menekankan bahwa sesungguhnya SDM tana Luwu sangat mampu mengelolah potensi SDM yang terdapat di Tana Luwu. “ jangan berharap ada orang yang memperbaiki nasib wija to Luwu selain orang Luwu itu sendiri “ urainya dengan singkat yang disambut tepuk tangan. Hal senada diutarakan Prof.Lauddin Marsuni yang menyarankan agar wija to Luwu senantiasa membangun bargaining position di Sulawesi Selatan agar tidak dianggap remeh. ( hrst)