Palopo – Dalam rangka mencegah praktik pungutan liar ( pungli ) di lingkungan sekolah, Tim Saber Pungli Palopo menggelar sosialisasi sekaligus kerjasama upaya pencegahan praktik pungli deengan kepala SD/MI, SLTP/ MTs seKota Palopo di aula kantor Diknas Palopo, rabu(20/12/2017).    Menurut Kapala Dinas Pendidikan Palopo, Drs. H. Asir Mangopo,MM yang  membuka acara tersebut mengatakan bahwa sudah sangat wajar jika jajaran yang dipimpinnya perlu mendapatkan penjelasan dan pencerahan tentang pencegahan pungutan liar, karena dana yang bergulir dan dikelolah oleh Dinas Pendidikan berkisar Rp. 107 Milliar yang didalamnya mencakup dana sertifikasi guru, Dana BOS dan Pendidikan Gratis. Oleh karena itu, Kadis Pendidikan mewanti-wanti jajarannya khususnya para kepala sekolah dan bendahara sekolah pengelola dana BOS  untuk menata mental dalam mengemban tugas dan tanggung jawab . “ Meski beban kerja tinggi dalam mengolah dana yang tidak sedikit, namun saudara-saudara juga harus tetap enjoy dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku “ tandasnya yang pada kesempatan itu didampingi olek Sekretaris Dinas Pendidikan, Amir Santoso, SH.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Palopo selaku Wakil Pokja Penyuluhan Tim Saber pungli Kota Palopo, AKP Marten dalam pemaparannya dihadapan kepala sekolah se-Palopo menekankan agar bekerja tidak gegabah agar tidak terjerumus pada persoalan hukum yang dapat membelit dirinya . Pada kesempatan yang sama Sekretaris Tim Saber Pungli, Syamsul Alam, M.Si menguraikan beberapa faktor terjadinya raktik pungutan liar diantaranya Adanya ketidak pastian pelayanan sebagai akibat adanya pelayanan yang sangat birokratis, faktor ekonomi, penghasil yang tidak mencukupi kebutuhan, faktor kultur dan budaya organisasi yang sudah terbiasa dengan pungli dan lemahnya sistem pengawasan.

Acara tersebut ditandai pula dengan penyerahan spanduk pencegahan pungli secara simbolis kepada sejumlah kepala sekolah yang hadir ( red-Diskominfo )