Palopo- Ada hal menarik disampaikan oleh Prof.Anwar Borahima, guru besar fakultas hukum Universitas Hasanuddin- Makassar saat menyampaikan materi dalam sosialisasi netralitas ASN yang dilaksanakan oleh  Panwaslu Kota Palopo di Hotel Agro Wisata, Latuppa-Palopo, kamis(22/3/2018). Menurut Prof.Anwar, dirinya memahami dilematis yang dialami oleh ASN ketika moment pilkada dilaksanakan.Aturan hukum  “ Karier ASN seolah tergadai saat pilkada, mendukung salah, tidak mendukung lebih-lebih salah “ ujarnya. Dalam kesempatan itu, ia memberi tips kepada ASN dalam mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat.

“ Sebaiknya saudara-saudara berkarier ibarat air pasang yang naik secara perlahan namun tetap dalam keadaan bersih dan tidak sampai merusak, demikian halnya saat surut ia turun perlahan dan tidak menimbulkan kerusakan, jangan seperti air bah yang cepat naiknya dengan kondisi keruh dan juga merusak sekitarnya, begitu air bah turun juga cepat sekali dan meninggalkan bekas yang tidak baik “ urainya dengan bijak seraya menjelaskan bahwa tak perlu dikhawatirkan jika karier ASN naik secara perlahan tetapi dengan cara yang bersih dan mampu memberi manfaat, dibanding karier melejit namun naiknya dengan tidak sehat dan akhirnya ketika pensiun menimbulkan jejak yang kurang baik.  Ia menyarankan kepada ASN agar tetap bersikap dan bekerja secara profesional.

Dalam kesempatan yang diselingi diskusi tersebut ia juga mewanti-wanti semua pihak agar menghindari money politic karena sanksinya cukup berat yang akan dikenakan pada yang memberi dan menerima uang “ sogokan “ untuk memilih pasangan tertentu. Ia menjelaskan bahwa ancamannya sangatlah berat yakni denda antara minimal Rp. 200 juta dan maksimal Rp. 1 Milyar atau pidana kurungan minimal 36 bulan dan maksimal 76 bulan( red_Diskominfo Palopo )