Palopo – Tragedi bentrok warga binaan yang berujung pada pembakaran kantor Lapas Klas II A Palopo pada bulan Desember 2013 silam menyisahkan pilu tersendiri. Karena itulah, Kepala divisi Pemasyarakatan kementrian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Jauhar Fardin mengingatkan agar tragedi  tersebut jangan sampai terulang karena akan merusak citra lembaga pemasyarkatan sebagai wahan pembinaan tahanan.  “ kalau bisa sampai kiamat pun tak boleh terulang” harapnya dihadapan undangan dan sejumlah kepala Lapas dan Rutan yang hadir saat acara serah terima jabatan Ka. Lapas Klas II A Palopo, dari Kusnali S.Sos selaku pejabat yang lama kepada Drs. Indra Sofian , M.AP  di aula Lapas Palopo, sabtu(7/10/2017).

Jauhar lantas memuji kinerja Kusnali yang ditugaskan sejak tragedi itu terjadi sampai saat ini tidak lagi ada riak-riak yang menimbulkan resiko bentrok. “ olehnya itu ka.Lapas yang baru harus meniru trik pak Kusnali, salah satunya adalah dengan melakukan pendekatan kearifan lokal “ ujarnya yang sesekali dalam sambutannya menyelipkan sejumlah ayat suci Al-Quran dan hadits untuk menyemangati jajarannya.

Selain itu, jauhar juga berpesan agar warga binaan diarahkan untuk berwirausaha sehingga kelak ketika kelura dari Lapas mereka dapat hidup mandiri. Dirinya juga mengingatkan kepada jajarannya agar 624 warga binaan di Lapas Palopo dibina secara manusiawi. " jangan lagi ada istilah, masuk gemuk pulang tinggal tulang, itu pola yang sudah harus ditinggalkan " ungkapnya  ( red-Diskominfo )