Palopo- Dalam rangka menyambut peringatan Hari Jadi Luwu ke 750 dan untuk mengangkat kembali harkat dan marwah kedatuaan Luwu, Kedatuan Luwu menggelar kirab budaya yang diikuti ribuan peserta dari 12 anak suku yang ada dalam wilayah kedatauan Luwu, kamis(18/1/2018). Dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer dari lapangan Pancasila, Palopo menuju Istana datu Luwu, para peserta kirab tampak gembira menampilkan ciri khas pakaian dan simbol adat mereka masing-masing. Tak jarang disepanjang perjalanan para peserta menari dan menyanyi lagu adat sambil menyapa masyarakat yang menyaksikan kirab tersebut.  Dalam iring-iringan peserta, terdapat pula air suci yang diambil dari Manjapai, Kolaka Utara yang merupakan wilayah kekuasaan kedatuan Luwu.

Menurut Kepala Sekretariat Kedatuan Luwu, Andi Adnan Baso Urung bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara rutin untuk menyambut peringatan hari jadi Luwu, sehingga diharapkan dapat memberi warna dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat terhadap eksistensi kedatuan Luwu. “ Mattemmu taung adalah  sebagai upaya untuk menjaga semangat kebersamaan dan persatuan anak suku yang berada dalam wilayah kedatuan Luwu sehingga tetap terjaga dan lestari “ ucapnya ketika dihubungi oleh tim liputan Diskominfo Palopo seraya berharap agar kegiatan ini dapat didukung oleh semua pihak sehingga dapat lebih meriah , terlebih kata dia bahwa tahun 2019 Kedatuan Luwu menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Keraton Nusantara.

Sejumlah peserta kirab diantaranya rombongan Makole Baebunta, Maddika Bua, Maddika Ponrang, Puang Sangalla, Bastem , To Rongkon , To Karunsie, To Pamona , Mokole Matano , dan sejumlah tomakaka. Turut hadir menyaksikan prosesi kirab tersebut yakni Datu Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau beserta permasiurinya, wakil Bupati Luwu, Amru Saher, Sekda Palopo H.Jamaluddin Nuhung, Bupati Kolaka Utara, Staf Ahli Bupati Luwu Utara, sejumlah raja dan sultan se-Nusantara. ( Faisal Ibrahim_Diskominfo )